Gubernur Kepri Jadi Keynote Speech Seminar Kemaritiman di Kampus UMRAH

 

KEPRI (KGK) – Kehadiran Gubernur Kepulauan Riau H.Ansar Ahmad, SE,.MM di kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Dompak, Kamis (3/11) menjadi perhatian khusus. Mahasiswa dan mahasiswi berduyun-duyun ingin bersalaman. Bahkan pada  akhir acara, para mahasiswa berebut untuk bersuafoto.

Gubernur Ansar yang dalam kesempatan ini berbalut safari hitam lengan panjang, dengan  ramah dan terus menyunggingkan seyuman melayani jabatan tangan para mahasiswa, hingga bersuafoto dengan berbagai gaya sampai penghujung acara.

Yel, yel ‘hidup mahasiswa, juga diteriakkan menyambut kehadiran Gubernur Ansar dan rombongan. Gubernur Kepulauan Riau dalam kesempatan ini menjadi Keynote Speech dalam Seminar Kemaritiman di Auditorium UMRAH, Dompak, Tanjungpinang.

Adapun seminar Kemaritiman ini membahas tentang ‘Perspektif Rancangan Undang-undang (RUU) Daerah Kepulauan soal Infrastruktur Kemaritiman dalam Visi Indonesia Maju’.

Mahasiswa UMRAH foto bersama dengan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad usai mengikuti seminar.

Mahasiswa UMRAH foto bersama dengan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad usai mengikuti seminar.

Gubernur Ansar dalam paparannya, menyebutkan bahwa Provinsi Kepulauan Riau bangga memiliki mahasiswa yang berpikir kritis dan kreatif demi mewujudkan Kepri semakin sejahtera, dan turut mengajak melakukan inovasi-inovasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Provinsi Kepri turut bangga dengan pikiran-pikiran kritis dari adik-adik sekalian, hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Kepri semakin baik karena mahasiswanya dapat memikirkan kesejahteraan daerahnya, mari kita lakukan inovasi-inovasi secara bersama-sama guna membangun Kepri semakin sejahtera kedepannya,” tegas Gubernur Ansar disambut tepuk tangan.

Beberapa mahasiswa diberi kesempatan untuk memberikan pernyataan yang turut mengundang perhatian dari para peserta seminar untuk semakin fokus mendengarkan tanggapan Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar pun mencatat dan menjawab sejumlah pertanyaan dari mahasiswa. Diantaranya menanyakan bagaimana peran pemerintah dalam penyataraan pembangunan infrastruktur di daerah kepulauan ini, kemudiab langkah-langkah Gubernur Ansar dalam memperjuangkan RUU Daerah Kepulauan, serta bagaimana penyetaraan program pendidikan dan program kesehatan untuk daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Gubernur Ansar mengapresiasi atas pertanyaan tersebut, dan sekali lagi menyatakab bangga dengan pemikiran mahasiswa Kepri yang begitu kritis memikirkan kesejahteraan Kepri, dan mengatakan bahwa Pemprov Kepri telah melakukan upaya-upaya untuk pembangunan infrastruktur dan program-program tersebut yang telah selesai dan sedang dalam tahap pembangunan.

“Adik-adik harus terus mengikuti perkembangan pembangunan ini, dimulai dari Infrastruktur, Kepri sendiri telah menjalankan pembangunan 77 titik Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar di Kepri, hal ini akan meningkatkan penyebaran informasi akan semakin mudah diakses,” ujar Gubernur Ansar.

Tidak hanya itu, ujar Gubernur Ansar, namun manfaat revitalisasi Ibu Kota Kepri hampir selesai dan akan segera di rasakan, banyak yang sedang di bangun. Dan tahun depan Pulau Penyengat akan di tingkatkan kembali infrastruktur, kemudian program untuk di daerah 3T sudah beberapa di proses pembangunannya. Termasuk soal pernyaan pendidikan dan  pembangunan fasilitas kesehatan akan terus di gesa pelaksanaannya.

Tidak lupa, Gubernur juga memaparkan gambaran umum wikayah Kepri yang terdiri dari 96 persen laut dan 4 persen daratan membuat akses dalam pembangunan tidak selancar pembangunan di daratan, butuh waktu dan jarak dalam prosesnya, serta perencanaan yang matang dalam pemanfaatannya, hal ini yang harus digesa dan menantikan semua tahap pembangunannya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad foto selfie dengan mahasiswa UMRAH usai menjadi Keynote speaker Kemaritiman.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad foto selfie dengan mahasiswa UMRAH usai menjadi Keynote speaker Kemaritiman.

Selanjutnya, Gubernur Ansar menanggapi pernyataan mahasiswa terkait langkah pemerintah dalam RUU Daerah Kepulauan. Menurutnya, hal tersebut perlu ditanggapi secara bersama-sama dengan Asosiasi Daerah Kepulauan dan Rektor Universitas Kemaritiman se-Indonesia.

“Terkait RUU, saya akan coba mengajak Asosiasi Daerah Kepulauan, yang diketuai oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) dan bersama Rektor Universitas dibidang Kemaritiman di seluruh Indonesia, untuk membicarakan hal ini, akan kita upayakan segera,” pungkasnya.

Terakhir, Gubernur Ansar menghimbau mahasiswa agar terus meningkatkan ilmu pendidikan dan menjadi Agent Of Change bagi Kepri.

“Tidak ada kemajuan daerah yang baik tanpa adanya pendidikan yabg berkualitas di dalamnya, tanpa pemuda yang kritis juga akan terhambat perkembangannya. Pesan saya, teruslah menimba ilmu setinggi-tingginya dan jadi pemimpin yang membawa Kepri semakin sejahtera nantinya,” tutup Gubernur Ansar. (Red/Hum)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.