Diduga Stres Usaha Macet, Pedagang Ikan di Tanjungpinang Tewas Gantung Diri

Diduga Stres Usaha Macet, Pedagang Ikan di Tanjungpinang Tewas Gantung Diri
Unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Kota saat akan mengevakuasi jasad seorang pedagang ikan yang meninggal karena bunuh diri di RT 002/RW 003 Kelurahan Tanjungpinang Kota Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kamis ( 04/11 ).

 

TANJUNGPINANG (KGK) – Masyarakat Kota Tanjungpinang dihebohkan dengan penemuan seorang pedagang ikan akibat bunuh diri yang beralamat di RT 002/RW 003 Kelurahan Tanjungpinang Kota Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kamis ( 04/11 ).

Saat di Konfirmasi oleh awak media, Kapolsek Tanjungpinang Kota AKP M Arsha membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. “Memang betul, sekitar pukul 11 : 00 Wib Unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Kota mendapatkan laporan bahwa ada seorang laki-laki melakukan tindakan bunuh diri, ” jelasnya melalui pesan chat WhatsApp.

Dilanjutkan AKP M Arsha, setelah mendatangi TKP pihaknya lalu meminta keterangan dari 2 orang saksi mata. Dari keterangan ke 2 saksi bahwa korban gantung diri yang bernama Karman alias Kok Hua diduga stres di karenakan usaha korban dalam keadaaan macet.

Pukul 10.30 wib saksi 1 yang bernama Tarmadi duduk di teras rumah, namun saksi 1 yang biasanya melihat korban gantung diri yang bernama Karman pergi ke pasar untuk menjual ikan. Namun pagi itu korban Karman tersebut belum ada keluar kamar.

Awalnya saksi 1 mengira korban tersebut masih tidur, selanjutnya saksi 1 mencoba mengetuk pintu kamar korban, namun tidak ada jawaban. Kemudian saksi membuka pintu dan ditemukan korban dalam keadaan gantung diri.

“Selanjutnya saksi 1 memanggil saksi 2 yang bernama Johan Yonathan, kemudian saksi 2 memanggil tetangga untuk meminta pertolongan. Polsek Tanjungpinang Kota Menghubungi unit identifikasi meminta visum et repertum lalu kemudian korban di bawa kerumah sakit terdekat,” ujar AKP M Arsha. (Red)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.