Kajati Kepri, Hari Setiono : Penanganan Kasus Hukum Pencurian Besi Tua Sudah Sesuai Prosedur

 

TANJUNGPINANG (KGK) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau menyatakan penanganan hukum dan persidangan kasus pencurian besi scrap crane noel yang terjadi di Kota Batam sudah sesuai dengan koridor dan tidak ada mafia hukum.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Hari Setiono terkait berkembangnya informasi bahwa ada praktek mafia hukum di Kepulauan Riau yang melawan perintah Presiden dan meminta Jaksa Agung turun tangan.

Kasus pencurian besi scrap crane noel tersebut dengan tersangka Usman alias Abi dan Umar dan berkas perkara tindak pidana penadahan atas nama tersangka Sunardi alias Nardi.

Hari Setiono mengatakan penanganan kasus pencurian besi scrap crane noel tersebut sudah melalui mekanisme penanganan perkara, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan perkara tindak pidana umum.

Yakni penelitian berkas perkara, memberi petunjuk kepada penyidik, ekspose bersama penanganan perkara yang menyimpulkan berkas perkara telah memenuhi syarat formil dan materil hingga diterbikan P-21 (berkas perkara dinyatakan lengkap) pada tanggal 5 Mei 2021 dengan surat Nomor : B-435/L.10.1/Eoh.1/5/2021.

Hari Setiono menjelaskan para tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 480 ke-1 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 480 ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang ada kaitannya dengan perkara Tindak Pidana Pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP.

Berdasarkan putusan pengadilan Negeri Batam Nomor : 170/Pid.B/ 2020/PN Batam tanggal 20 Mei 2020 dan diperkuat oleh Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru Nomor : 34/Pid.Sus/2020/PT PBR tanggal 23 Juli 2020 dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Bahwa terpidana Dedy Supriadi alias Dedy bin Abas, terpidana Dwi Buddy Santoso alias Dwi alias Buddy bin Dedy Supriai dan terpidana Saw Tun alias Alamsyah alias Alam bin MZ Husein telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan sebagaimana Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP atas barang berupa besi scrap crane noel yang sebagian atau seluruhnya merupakan milik Kasidi alias Ahok.

Para terpidana dalam perkara pidana pencurian dalam keadaan memberatkan tidak pernah melakukan upaya hukum dan menerima putusan pengadilan tersebut, sehingga adanya tuduhan praktek mafia hukum di Kepulauan Riau dalam penanganan perkara adalah tidak benar.

Berdasarkan berkas perkara yang didukung alat bukti, baik dari saki-saksi, surat, ahli dan keterangan tersangka yang didukung dengan Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum pasti.

Barang berupa besi scrap crane noel yang sebagian atau seluruhnya merupakan milik orang lain atau milik Kasidi alias Ahok tersebut meskipun sudah diberitahu oleh Kasidi secara langsung ataupun dengan cara memberikan surat pemberitahuan (somasi) melalui pengacaranya yaitu Minggu Sumarsono.

Akan tetapi para tersangka tersebut tetap mengangkut barang tersebut dan membeli dari para terpidana Dedy Supriadi alias Dedy bin Abas, terpidana Dwi Buddy Santoso alias Dwi alias Buddy bin Dedy Supriadi dan terpidana Saw Tun alias Alamsah alias Alam bin MZ Husein dan para tersangka memperoleh keuntungan atas hal tersebut dengan menjual lagi ke Jakarta.

Hari Setiono mengatakan, “Kejaksaan Tinggi Kepri sangat menghormati setiap orang pencari keadilan untuk memperjuangkan nasibnya dengan cara yang prosedural menurut hukum sehingga dapat dijadikan pembelajaran positif bagi masyarakat,” ujarnya mengakhiri. (Dwa)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.