Harga Kedelai Meroket, Pengrajin Tahu Tempe di Tanjungpinang Terancam Gulung Tikar

 

TANJUNGPINANG (KGK) – Harga komoditi kacang kedelai melonjak naik dalam beberapa bulan terakhir di Kota Tanjungpinang yang sangat berdampak bagi pengrajin olahan tahu tempe.

Apabila harga semakin naik, pengrajin tahu tempe terancam berhenti produksi alias gulung tikar. Naiknya harga kacang kedelai yang merupakan bahan baku untuk membuat tahu tempe sudah dirasakan pengrajin tahu tempe di Kota Tanjungpinang.

Harga kacang kedelai yang sebelumnya Rp. 7 ribu perkilogram saat ini sudah tembus Rp. 10 ribu perkilogram.

Seperti yang dialami Solehan pengrajin tahu tempe di Batu Hitam Tanjungpinang ini. Solehan mengatakan kenaikan harga kacang kedelai sudah dirasakan sejak tiga bulan lalu secara bertahap.

Puncaknya dirasakan sebulan lalu yang saat ini harganya sudah menyentuh Rp. 10 ribu perkilogram. Solehan mengatakan saat ini produksi tahu tempe masih tetap berjalan dengan bahan baku stok lama.

Meski harga kedelai melambung tinggi, Solehan mengatakan produksi tahu dan tempe tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

“Untuk mengakalinya agar tidak rugi, ukuran tahu tempe diperkecil dan harga tidak naik,” ujarnya.

Solehan mengatakan jika harga kedelai terus melambung tinggi dirinya akan menutup atau meliburkan pekerjanya bahkan gulung tikar daripada merugi.

Solehan mengaku tidak ada perhatian dari pemerintah daerah setempat untuk mencari solusi kenaikan harga kacang kedelai. (Dwa)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.