BNPB Tanjungpinang : 3 Ribu Lebih Warga Terdampak Banjir dan Tanah Longsor, Paling Banyak di Tanjungpinang Timur

 

TANJUNGPINANG (KGK) – Sebanyak 3.210 warga Tanjungpinang yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada hari Jumat dan Sabtu lalu. Data tersebut bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang terhirung sejak hari Senin (4/1/2021).

Kepala BPBD Kota Tanjungpinang Dedi S Yusja saat di konfirmasi Senin (4/1/2021) mengatakan banjir hampir merata terjadi di empat Kecamatan yang ada di Kota Tanjungpinang. Yang paling banyak terdapat di Kecamatan Tanjungpinang Timur.

“Ada 50 titik banjir dan tanah longsor. Paling banyak terjadi di Kecamatan Tanjungpinang Timur. Sebanyak 1018 kepala keluarga atau 3210 jiwa menjadi terdampak banjir dan tanah longsor. Rumah kebanjiran kurang lebih 600 sampai 700, rumah yang mengalami longsor sekitar 30 rumah,” ujarnya.

Dedi S Yusja mengatakan BPBD sudah memberikan bantuan berupa selimut kepada warga terdampak banjir yang saat ini mengungsi di posko maupun tempat ibadah. Adapun bantuan pangan pihaknya memberikan bantua sebanyak 200 paket.

“Kita sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kepri untuk untuk menambah bantuan kepada warga terdampak banjir, terutama selimut yang saat ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Dikatakan Dedi S Yusja, saat ini Dinas Sosial Kota Tanjungpinang juga sudah membuat Posko di Kecamatan Tanjungpinang dengan melibatkan Tagana membuat dapur umum.

“Keberadaan Posko disana karena memang daerah terdampak banjir terbanyak di Kecamatan Tanjungpinang Timur dibandingkan dengan kecamatan lain. Ada sekitar 2 ribu lebih warga terdampak banjir maupun tanah longsor,” ujarnya.

Mengenai warga yang rumahnya rusak akibat tanah longsor apakah akan mendapat bantuan, Dedi S Yusja mengatakan akan didata melalui Kelurahan masing-masing dan diserahkan ke PU, ujarnya. (Dwa)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.